Jumat, 16 Oktober 2015

Pandangan tentang Pesta Pernikahan

Semua dari kita pasti memiliki keinginan untuk merayakan momen bahagia, terutama momen penyatuan antara dua insan yang saling mencintai, tidak heran acara sekali dalam seumur hidup ini sebisa mungkin dirayakan dengan sangat meriah oleh beberapa orang, namun apakah pesta yang meriah adalah suatu keharusan atau hanya untuk menyenangkan orang disekitar kita?.

Mungkin sebuah pesta yang meriah dengan baju pengantin yang sangat bagus dan mahal, hidangan berkualitas tinggi dan tamu undangan yang tak terhitung, begitu pula dekorasi yang menghabiskan dana jutaan rupiah merupakan harapan dari sebagian besar calon suami istri, ketika perayaan berlangsung terlihat pasangan pengantin menerima tamu dari pagi hingga larut malam yang tentunya menguras banyak tenaga dan tidak jarang pula pasangan pengantin yang sedang menyelenggaraan pesta pernikahannya tidak sempat makan selama sehari penuh, meskipun mereka sempat untuk makan, sudah pasti tidak dapat menikmati karena kesibukan mereka dalam menyelenggarakan pesta.

Ini adalah sebuah pilihan bagi kita sebagai mahluk sosial yang sering mendahulukan kebahagiaan orang lain dibandingkan diri kita sendiri, kita terbiasa dan dari kecil diajarkan untuk mendahulukan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi. Namun apakah hal tersebut akan berdampak baik bagi kita? setiap orang memiliki pendapat mereka yang mungkin akan berbeda-beda.

Di sini saya hanya mencoba mulai menulis tentang apa yang saya dengar dan saya perhatikan, namun dalam hal ini tidak ada benar atau salah yang ada hanyalah setuju atau tidak setuju. Dari pembicaraan saya dengan seorang teman yang menanyakan bahwa kita melaksanakan pesta pernikahan untuk membahagiakan diri kita dengan pasangan atau untuk membahagiakan orang lain yakni para undangan. Ini merupakan pertanyaan yang jika dijawab dengan jujur akan mengakibatkan perdebatan namun akan sangat susah bagi kita untuk menjawab hal tersebut dengan sejujurnya.

Jadi menurut hemat saya, pastinya setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing karena cara mereka menjalani hidup juga berbeda dan apapun pilihannya kita harus memperhatikan kemampuan agar jangan sampai niat untuk membuat pesta yang bertujuan untuk membahagiakan diri kita malah menjadi masalah yang menyulitkan bagi kita untuk menjalani kehidupan setelah menikah nanti. Jadi untuk apa kita mengorbankan kebahagiaan kita bersama pasangan hanya demi memuaskan orang lain. Tapi jika kita memang memiliki kemampuan untuk itu maka tidak ada salahnya kita membagi kebahagiaan dengan lingkungan di sekitar kita.

Sekali lagi saya menyampaikan kepada pembaca sekalian bahwa tulisan ini hanya sekedar pengisi waktu luang dan niat saya untuk belajar menulis. terima kasih untuk waktu yang telah anda luangkan. :)